WELCOME TO !TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Tampilkan postingan dengan label PLH SMA kelas XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLH SMA kelas XI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

Kualitas Air Bersih

kali ini sobat pendidikan akan berbagi materi tentang Kualitas Air Bersih.berhubung begitu banyak berceceran kota-kota dengan tingkat kualitas air yang buruk, maka silahkan baca materi tersebut untuk mengetahui lebih dalan tentang Kualitas Air Bersih

Kualitas Air Bersih

Air merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tak dapat dipisahkan, karena setiap mahluk hidup mutlak membutuhkan air demi kelangsungan hidupnya, baik untuk air minum, masak, mencuci, menyiram tanaman, dan sebagainya.

Dewasa ini air bersih menjadi masalah yang sangat pelik terutama dikota-kota besar, disebabkan laju kebutuhan tidak sebanding dengan produksi dan distribusi air minum yang memenuhi persyaratan. Lebih-lebih dengan perkembangan daerah-daerah industri baru membawa akibat yang tidak kecil terhadap kebutuhan air bersih, sedangkan luasan daerah sumber air bersih semakin menyempit.

Standar dan kriteria kualitas lingkungan berdasarkan baku mutu lingkungan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Baku mutu lingkungan yang ditinjau meliputi aspek air bersih, air

limbah, udara, dan bising. Dari baku mutu tersebut akan dapat ditentukan skala prioritas dalam pengelolaan lingkungan. Baku mutu biasanya disusun dengan tahapan sebagai berikut :

a. Identifikasi penggunaan sumber daya air yang akan dilindungi.
b. Perumusan kriteria untuk memenuhi persyaratan penggunaan tersebut.
c. Perumusan baku mutu air berdasarkan kriteria tersebut.
d. Perumusan baku mutu limbah yang boleh dilepas ke dalam lingkungan sehingga baku mutu air tetap terpenuhi.
e. Penyusunan program pemantauan dan pengumpulan informasi untuk menyempurnakan atau memperbaiki langkah-langkah di atas dan untuk menilai apakah persyaratan penggunaan sumber daya yang dilindungi dapat terpenuhi.

1) Baku Mutu Air

Kualitas air di sungai dan air permukaan lainnya sangat mempengaruhi terhadap kegunaan air tersebut. Kegiatan yang berbeda misalnya : pengairan sawah, pemancingan, kolam renang dan air minum, menuntut persyaratan kualitas yang paling ketat.

Masuknya bahan atau zat pencemar ke dalam tubuh air akan menurunkan kualitas air tersebut, sehingga akan mengurangi peluang untuk memanfaatkannya. Pengelolaan kualitas air berkaitan dengan pengendalian terhadap pencemaran, sehingga air dapat tetap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Berarti perlu diadakan pembatasan mengenai seberapa kadar zat pencemar yang boleh ada atau boleh masuk kedalam suatu badan air.

Besarnya kadar pencemar yang masih dapat ditoleransi atau disebut baku mutu air limbah akan tergantung pada :
  • Sifat bahan pencemar tersebut, kaitannya dengan pengaruhnya terhadap kualitas air. Zat yang lebih merusak kualitas air yang ada akan mempunyai toleransi yang lebih kecil atau lebih ketat.
  • Kondisi bahan air yang ada.Apabila kualitas air yang ada sudah rendah, maka toteransinya terhadap badan pencemar akan lebih kecil sehingga baku mutu air limbahnya harus lebih ketat. Hal ini berkaitan dengan kapasitas atau kemampuan air untuk menetralisasikan bahan pencemar tersebut.

2) Parameter baku mutu air
Parameter baku mutu air meliputi syarat fisika, kimia, bakteriologi, radioaktivitas dan pestisida.
Parameter fisika meliputi :
  • Mempunyai suhu di bawah udara setempat (segar)
  • Tidak berwama (jernih)
  • Tidak berbau
  • Tidak berasa
  • Tidak keruh
Parameter kimia antara lain meliputi :
  • Derajat keasaman (pH)
  • Kadar kalsium, magnesium, barium, besi, mangan, tembaga, seng, krom heksavalen dan kadmium.
Parameter bakteriologi
Air minum dikatakan memenuhi syarat bakteriologis bila :
  • Tidak boleh mengandung bakteri Escherichia Coli
  • Tidak mengandung bibit penyakit
  • Bakteri saprophyt tidak lebih dari 100/ml air. 

3) Sistem penyediaan air bersih

Pada system penyediaan air bersih dapat dikelompokkan menjadi 4 cara, yaitu :
a) Sistem sambungan langsung (Gambar A)
b) Sistem tangki atap (Gambar B)
c) Sistem tangki tekan (Gambar C)
d) Sistem tanpa tangki (Gambar D)

Syarat pemasangan instalasi air bersih harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Diketahui kualitas air
  • Pencegahan pencemaran air
  • Perlindungan pipa terhadap karat dan kerusakan lainnya.
4) Pemasangan Instalasi Air Bersih

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan reservoir untuk instalasi air bersih:
  • Menara yang digunakan untuk bak reservoir harus cukup ketinggiannya, agar tekanan di semua kran cukup memadai.
  • Kekuatan menara cukup kuat untuk menyangga reservoir beserta isinya
  • Bak reservoir harus memenuhi sta ndarkualitas dimana jenis bahan dan syarat-syarat kesehatan memenuhi ISO 2009
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pipa air adalah :
  • Cukup awet dalam pemakaian
  • Mampu menerima tekanan khususnya dari dalam pipa air itu sendiri
  • Mudah untuk disambung
  • Berbentuk rapi
  • Mudah untuk dipasang serta kuat
  • Tidak boleh mengakibatkan keracunan baik yang disebabkan oleh bakteri maupun karat
  • Diameter pipa harus dihitung sedemikian rupa sehingga dapat melayani seluruh kran pada beban puncak, namun juga tidak terlalu besar sehingga tidak ekonomis. 

AIR BERSIH DIDAERAH GRESIK

PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM PERUMNAS KOTA BARU DRIYOREJO GRESIK
Dr. Ery Suhartanto, ST., MT.
Dr. Ir. Rispiningtati, M.Eng.
Senna Ananggadipa Adhitama
Abstraksi: Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih pada suatu daerah hendaknya memperhatikan ketersediaan sumber air yang ada. Begitu juga di Perumnas Kota Baru Driyorejo. Sesuai target nasional PDAM Kabupaten Gresik yaitu sebesar 80% masyarakatnya terpenuhi kebutuhan air bersihnya sehingga diperlukan peningkatan pelayanan dengan memanfaatkan jaringan distribusi yang telah ada dan merencanakan pengembangan jaringan baru. Pemenuhan kebutuhan air bersih di Perumnas Kota Baru Driyorejo memanfaatkan sumber air yang berasal dari IPA Krikilan dan IPA Legundi. Adapun kebutuhan air bersih di daerah studi termasuk dalam kebutuhan domestik dan non domestik dengan mempertimbangkan faktor kehilangan air. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan ketersediaan air sampai dengan tahun 2020 serta mengetahui kondisi hidrolis dari sistem jaringan pipa yang ada. Simulasi jaringan pipa dilakukan dengan bantuan program WaterCAD v 4.5. Perhitungan dilakukan dengan simulasi kondisi tidak permanen dimana kebutuhan air berubah sesuai dengan kebutuhan tiap jamnya. Berdasarkan hasil akhir simulasi, dapat dilihat bahwa sistem jaringan pipa dapat berjalan. Hal ini berdasarkan kondisi tekanan yang sudah sesuai dengan syarat perencanaan dan kondisi reservoar yang mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah studi.
Kata Kunci: kebutuhan air bersih, kehilangan air, jaringan pipa, kondisi tidak permanen, reservoar.
Abstract: Efforts to clean water supply of the region should consider the availability of existing water
sources. Also in the Perumnas Kota Baru Driyorejo. According to the national target of PDAM Gresik Regency is equal to 80% of the net water supply of the community are met so that the necessary improvement of services by utilizing existing distribution networks and new network development plan. Fulfilling the supply of clean water in the Perumnas Kota Baru Driyorejo exploit water resources originating from the IPA Legundi and IPA Krikilan. The supply for clean water in the study area included in the domestic and non domestic demand taking into account the factor of water loss. This study aimed to ascertain the supply and the availability of water until the year 2020 and knows the condition of the hydraulic system of the existing pipeline network. Simulations the pipeline performed with WaterCAD program v 4.5. The simulated calculation with Extended period condition where water needs to change in accordance with the supply of every hour. Based on the output of the simulation, can be seen that the pipeline system can run. This is based on the pressure conditions are in accordance with the terms of planning and reservoir conditions are able to
meet the supply of clean water in the study area.
Key Word: Clean water supply, water-loss, pipeline, Extended period, reservoir
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih pada suatu daerah hendaknya memperhatikan ketersediaan sumber air yang ada. Begitu juga di Perumnas Kota Baru Driyorejo. Dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengantisipasi perkembangan daerah, diperlukan ketersediaan air bersih yang memadai, dalam arti secara kuantitas, kualitas maupun kontinuitas sesuai dengan harapan masyarakat. baca senlanjutnya

LATIHAN SOAL INFORMATIKA DAN TIK KELAS 11

 LATIHAN SOAL INFOLMATIKA KELAS 11 1.      Randi sedang menyusun Karya Ilmiah Remaja (KIR) untuk syarat kelulusan SMA. Saat mengatur bab pen...