WELCOME TO !TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Tampilkan postingan dengan label PLH kelas x. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLH kelas x. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA

PENDAHULUAN
Makhluk hidup adalah makhluk yang memiliki ciri-ciri kehidupan seperti bernapas, bergerak, dan berkembang biak. Seperti yang diketahui bahwa tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup sendiri di alam kehidupan ini, tetapi selalu terjadi saling ketergantungan di antara makhluk hidup tersebut.
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energy surya, mineral, serta flora fauna yang tumbuh di atas tanag maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Makhluk hidup dan lingkungan sangat erat kaitannya. Semua makhluk menjalani hidup dan semua kegiatannya akan berkaitan dengan lingkungan. Makhluk hidup bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Makhluk hidup makan, minum, dan melakukan kegiatannya semuanya memerlukan lingkungan.
MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA

A.    Organisasi Kehidupan
Tidak ada makhluk hidup yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, termasuk manusia. Misalnya, agar dapat bertahan hidup manusia perlu makan. Makanan manusia berasal dari tumbuhan dan hewan. Sementara itu hewan peliharaan dan tumbuhan tidak dapat hidup dengan baik tanpa bantuan manusia. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dapat digambarkan sebagai berikut : Individu – populasi – komunitas – ekosistem – biosfer

 1.      Individu
Individu adalah setiap anggota populasi. Dalam kehidupan sehari-hari, akan ditemukan berbagai mahluk hidup. Terkadang juga akan sulit dalam untuk menentukan individu dalam kelompok organism, misalnya memisahkan individu rumput dari lapangan rumput atau individu bamboo dari serumpun bamboo. Namun harus diingat bahwa individu selalu bersifat tunggal.
  • Contoh :  seorang manusia, seekor tikus, seekor harimau, seekor burung dan lain-lain.
2.      Populasi
Populasi adalah kumpulan makhluk hidup sejenis yang tinggal di suatu tempat. Yang dimaksud sejenis yaitu mempunyai persamaan sifat morfologi dan fisiologi dan dapat mengadakan perkawinan secara alamiah menghasilkan keturunan.
  • Contoh :  pupulasi manusia, populasi tikus, pupulasi harimau, populasi gajah.
3.      Komunitas
Komunitas adalah kehidupan bersama antara makhluk hidup yang terdiri dari beberapa populasi yang hidup bersama di suatu tempat. Suatu komunitas terikat sebagai suatu unit oleh saling ketergantungan anggota-anggotanya.  Para ahli ekologi menyebut kelompok organism tertentu dalam suatu habitat juga sebagai komunitas, misalnya komunitas burung di Pulau Burung, komunitas tumbuhan di Tangkuban Perahu.
  • Komunitas tersusun dari dua atau lebih populasi.
  • Komunitas dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
Komunitas akuatik yaitu kelompok makhluk hidup yang hidup di perairan, seperti parit, kolam, sungai, danau, dan laut.
Komunitas terestrial (komunitas darat) yaitu kelompok makhluk hidup yang hidup di daratan seperti di hutan, gunung, padang rumput, padang pasir, dan padang es.
  • Contoh komunitas laut yang terdiri dari populasi ikan hiu, populasi ikan pari, pupulasi gurita, populasi ubur-ubur, populasi udang, populasi kepiting, populasi cumi-cumi, populasi rumput laut, populasi kerang, dst.
  • Contoh komunitas hutan yang terdiri dari populasi pohon pinus, populasi alang-alang, populasi pohon cemara, populasi harimau, populasi rusa, populasi gajah, dst.
4.      Ekosistem
Ekosistem adalah hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem ditempati oleh banyak jenis makhluk hidup yang disebut komponen biotik, contohnya yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.  Ekosistem juga ditempati oleh benda mati yang disebut komponen abiotik, contohnya yaitu suhu, kelembaban, sinar matahari, dan mineral.
  • Ekosistem dibedakan menjadi :
Ekosistem alam yaitu ekosistem yang terbentuk dengan sendirinya (secara alami).  Contoh :  danau, sungai, padang rumput, padang pasir, dan hutan.
Ekosistem buatan yaitu ekosistem yang sengaja dibuat.  Contoh :  sawah, ladang, kolam, dan akuarium.
5.      Biosfer
Kesatuan berbagai ekosistem, yang meliputi semua organism dan lingkungan yang berinteraksi untuk berlangsungnya kehidupan disebut biosfer. Dapat disimpulkan biosfer adalah permukaan bumi dimana semua mahluk hidup dapat melangsungkan semua kehidupannya.
  • Contoh :  bumi tempat tinggal kita.
B.     Hubungan Antar Mahluk Hidup
Hubungan khusus antar makhluk disebut simbiosis. Simbiosis dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme.
1.         Simbiosis Mutualisme
Bila dua spesie mahluk hidup, hidup bersama maing-masing mendapat keuntungan dan kedua polpulasi dapat berkembang dengan baik tetapi jika keduanya terpisahkan masing-masing tidak dapat menjalankan hidup dengan baik. Dalam mutualisme hubungan tersebut mutlak diperlukan bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup kedua populasi.
  • Contoh :
  1. Simbiosis antara kerbau dengan burung jalak. Burung jalak memperoleh makanan berupa serangga-serangga kecil yang menempel pada tubuh kerbau, sedangkan kerbau diuntungkan dengan hilangnya serangga-serangga kecil yang mengganggu tubuhnya.
  2. Simbiosis antara lebah dengan bunga.  Lebah mengambil nektar dari bunga sebagai makanan, sedangkan bunga diuntungkan karena lebah membantu terjadinya penyerbukan.
2.         Simbiosis Parasitisme
Simbiosis parasitisme adalah hubungan antar makhluk hidup yang hanya menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak lain.
  • Contoh :
  1. Tanaman benalu yang menempel pada pohon lain.  Benalu yang menempel pada tanaman inang akan menyerap makanan yang dihasilkan tanaman inang, akibatnya tanaman inang akan mati karena makanannya diserap oleh benalu.
  2. Kutu yang hidup pada tubuh hewan.  Kutu yang hidup di tubuh hewan mendapatkan makanan dengan menyedot darah hewan, akibatnya hewn akan kehilangan darah dan merasa gatal karena ada kutu di tubuhnya.
3.         Simbiosis Komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah hubungan antar makhluk hidup yang menguntungkan satu pihak sedangkan pihak lainnya tidak diuntungkan dan tidak dirugikan.
  • Contoh :
  1. Simbiosis antara tanaman anggrek dengan pohon inangnya.  Anggrek membutuhkan pohon yang tinggi sebagai tempat menempel agar memperoleh sinar matahari, sedangkan pohon tidak diuntungkan dan tidak dirugikan karena anggrek hanya menempel dan dapat membuat makanannya sendiri.
  2. Simbiosis antara ikan remora dengan ikan paus.  Ikan remora berada dekat tubuh ikan paus agar memperoleh makanan yang berupa ikan-ikan kecil, sedangkan ikan paus tidak merasa dirugikan karena ikan remora yang ukuran tubuhnya kecil tidak mengambil semua makanannya.
4.         Simbiosis Netralisme
Bila antara dua spesies individu baik dalam keadaan terpisah maupun berkumpul tidak terjadi saling merugikan atau saling menguntungkan.
  • Contoh : ayam dengan kambing di halaman rumput
5.         Predasi
Interaksi dari dua individu dalam populasi berbeda spesies berupa makan dan dimakan atau satu spesies memakan spesies lainnya, individu yang memakan disebut predator dan yang dimakan disebut mangsa.
Perbedaan simbiosis predasi dengan simbiosis parasitisme yaitu pada simbiosis parasitisme, parasit biasanya tidak membunuh induk iangnya karena jika induk inang mati, maka parasit juga akan ikut mati.
  • Contoh : harimau memakan kelinci. Harimau sebagai predator dan kelinci sebagai mangsa
6.         Kompetisi
Hubungan dua populasi yang hidup bersama dan saling mempengaruhi, akibat adanya kebutuhan-kebutuhan akan bahan yang sama, sedangkan ketersediaan bahan tersebut terbatas.
  • Contoh : beberapa ekor kambing dan sapi yang bersama-sama makan rumput di padang rumput.
7.         Antagonisme
Hubungan antara dua populasi yang bermusuhan. Kedua populasi bias hidup sendiri-sendiri tetapi jika hidup bersama maka salah satu akan mati.
  • Contoh : hubungan anjing dengan kucing, jamur penghasil antibiotic dengan bakteri.
C.    Rantai Makanan
Rantai makanan adalah hubungan yang menggambarkan peristiwa makan memakan antara makhluk hidup.
Produsen adalah penghasil bahan makanan untuk hewan pemakan tumbuhan atau herbivora.Produsen
  • Dalam rantai makanan tumbuhan berperan sebagai produsen.
  • Tumbuhan mampu membuat makanan sendiri.
Konsumen I
  • Konsumen I adalah pemakan tumbuhan (herbivora).
  • Konsumen I disebut konsumen primer.
  • Contoh :  belalang, ulat, sapi, kerbau, kambing, dll.
Konsumen II
  • Konsumen II adalah pemakan hewan lain (karnivora)
  • Konsumen II disebut konsumen sekunder.
  • Contoh :  singa, harimau, dll.
Konsumen III
  • Konsumen III adalah pemakan konsumen II (karnivora)
  • Konsumen III disebut konsumen tersier.
  • Contoh :  burung elang, manusia
Pengurai
  • Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan sisa-sisa tumbuhan atau hewan yang telah mati menjadi unsur-unsur pembentuknya.
  • Contoh :  bakteri dan jamur
Contoh Rantai Makanan :
Pada gambar di atas Padi dimakan oleh tikus, tikus dimakan oleh ular, dan ular dimakan oleh burung elang.
Padi sebagai Produsen, Tikus sebagai Konsumen I, Ular sebagai Konsumen II, dan burung elang sebagai konsumen III.
D.    Hubungan Makhluk Hidup dengan Lingkungannya
Dalam suatu ekosistem, terjadi hubungan timbal balik antara komponen biotik dan komponen abiotik.  Komponen biotik terdiri dari produsen, konsumen dan pengurai, sedangkan komponen abiotik terdiri dari cahaya, udara, air, tanah, suhu, dan mineral.
Keberadaan komponen-komponen tersebut dikontrol secara alami oleh alam sehingga terjadi suatu keadaan yang disebut keseimbangan ekosistem.  Keseimbangan ekosistem ditandai dengan tidak terputusnya rantai makanan.  Tetapi tanpa sadar sebagian besar aktivitas manusia telah mengganggu kontrol alami terhadap keseimbangan ekosistem.
1.         Pencemaran Lingkungan
Untuk meningkatkan kulitas hidupnya manusia berusaha memanfaatkan kekayaan alam yang berada di lingkungannya. Kekayaan alam tersebut berupa komponen biotic maupun abiotik yang kita kenal sebagai sumber daya alam. Melalui akal pikiran manusia menciptakan peralatan berupa mesin dan alat-alat bantu teknologi tinggi untuk dapat menghasilkan produk yang berlimpah dalam waktu yang singkat. Namun dalam kenyataannya, kualitas yang hendak dicapai masih sulit dijangkau. Hal ini disebabkan karena adanya dampak negative dari industry dan teknologi terhadap lingkungan dapat mengurangi daya dukung alam yang berarti akan mengurangi kemampuan alam untuk mendukung kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Pengertian pencemaran sendiri adalah masuknya bahan atau energy ke dalam lingkungan yang menyebabkan timbulnya perubahan yang tidak diharapkan baik yang bersifat fisik, kimiawi, maupun biologis sehingga mengganggu kesehatan, eksistensi manusia, dan aktifitas manusia serta organisme lainnya.
Berdasarkan mediumnya, pencemaran dikelompokkan menjadi :
a.        Pencemaran air
Air dikatakan tercemar jika mendapatkan zat atau bahan atau kondisi dalam air yang menurunkan kualitas sesuai dengan standar peruntukannya. Misalnya sumber air minum yang tidak sesuai lagi digunakan untuk air minum. Air sungai yang tidak layak lagi digunakan untuk cuci dan mandi. Sumber polutan pencemaran air terutama adalah limbah industri dan rumah tangga, sampah padat maupun cair, buangan daerah pertanian berupa pupuk dan pestisida, serta tumpahan minyak.
b.        Pencemaran udara
Pencemaran udara terjadi bila ke dalam udara masuk satu atau lebih bahan kimia dalam konsentrasi tinggi atau mempunyai kondisi fisik seperti panas tinggi yang dapat berbahaya bagi manusia, hewan, tumbuhan atau materi lainnya.
c.         Pencemaran tanah
Pencemaran tanah berkaitan erat dengan pencemaran air dan udara. Air permukaan yang tercemar dapat masuk ke dalam tanah dan menimbulkan pencemaran tanah. Sedangkan pencemar yang terdapat di udara bersama-sama air hujan akhirnya akan mencemari tanah pula. Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh sampah .
2.         Aktivitas Manusia yang Mempengaruhi Keseimbangan Ekosistem
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepan dari aktifitas. Aktifitas tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Beberapa aktifitas yang mereka lakukan dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Berikut contoh aktifitas / kegiatan manusia yang dapat mengganggu lingkungan :
1.      Penebangan hutan secara liar.
Penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan  :
  • Hilangnya tempat tinggal dan tempat berlindung hewan yang hidupdi dalamnya.
  • Akar tanaman tidak dapat menahan hujan sehingga menyebabkan tanah longsor atau erosi.
  • Tanah yang longsor menyebabkan air sungai menjadi keruh sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai tumbuhan yang ada di dasar di bawah air sungai.
  • Tumbuhan-tumbuhan tersebut akan mati sehingga hewan yang bergantung pada tumbuhan tersebut juga akan mati.
  • Berkurangnya resapan air hujan sehingga dapat menyebabkan banjir.
2.      Penambangan terbuka.
Penambangan terbuka menyebabkan   :
  • Hutan hujan lebat menjadi gurun tandus dan mati sehingga tidak ada lagi tumbuhan yang dapat hidup di sana.
  • Limbah dari sisa pertambangan menyebabkan sungai menjadi keruh dan coklat.
  • Zat kimia yang digunakan dalam proses penambangan dibuang ke aliran sungai sehingga membunuh ikan dan satwa lainnya.
3.      Pembuangan sampah atau limbah.
Pembuangan sampah atau limbah yang dibuang ke sungai menyebabkan :
  • Sungai menjadi tercemar dan airnya tidak dapat digunakan.
  • Makhluk hidup yang bergantung pada air sungai akan kesulitan mencari air bersih.
4.      Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan.
Penggunaan pupuk yang berlebihan menyebabkan :
  • Sebagian pupuk yang tidak diserap oleh tumbuhan akan terbuang bersama aliran air.
  • Pupuk tersebut banyak mengandung hara mineral menyebabkan perkembangbiakan tumbuhan air menjadi cepat.
  • Permukaan air dipenuhi oleh tumbuhan air, sehingga sinar matahari terhalang masuk ke dalam perairan.
  • Proses fotosintesis fitoplankton menjadi terhambat sehingga kadar oksigen dalam air menurun dan menyebabkan kematian masal penghuni perairan.
Penggunaan pestisida yang berlebihan menyebabkan :
  • Mematikan makhluk hidup sealin hama pertanian yang sebenarnya bermanfaat.
  • Hama menjadi kebal terhadap pestisida sehingga menjadi ledakan jumlah hama.
5.      Perburuan liar
Perbruan liar menyebabkan berkurangnya jumlah hewan bahkan lama kelamaan akan punah.
6.      Penangkapan ikan tanpa terkendali
  • Penggunaan dinamit dan pukat harimau menyebabkan ikut terbunuhnya ikan yang masih muda dan menyebabkan rusaknya terumbu karang.
  • Penggunaan jaring bermata kecil menyebabkan ikan kecil dan ikan yang belum dewasa juga ikut tertangkap sehingga menghambat proses regenerasi ikan.
  • Penangkapan ikan saat musim kawin menyebabkan terhambatnya proses regenerasi ikan karena ikan yang tertangkap belum sempat berkembang biak.
7.      Perusakan terumbu karang
Perusakan terumbu karang menyebabkan rusaknya kehidupan ribuan makhluk yang saling bergantung, karena terputusnya rantai makanan dalam ekosistem terumbu karang.
DAFTAR PUSTAKA
Sumardi, Yosephat, dkk. 2007. Konsep Dasar IPA SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
http://rangkuman-pelajaran.blogspot.com
Apakah pembahasan ini sudah baik

Tentang Hutan Jawa

Pulau Jawa adalah pulau di wilayah Indonesiayang terpadat jumlah penduduknya. Tingginya pertumbuhan penduduk yang tinggal di Jawa juga berdampak terhadp semakin menyusutnya hutan yang tersisa di Pulau Jawa. Berdasarkan data laju deforestasi yang dikeluarkan oleh departemen kehutanan periode 2003-2006, diketahui bahwa laju deforestasi untuk Pulau Jawa sebesar 2500 ha/tahun atau (0,2%) dari total angka deforestasi indonesia. Jika dihitung secara konservatif dengan laju deforestasi tetap maka pengurangan jumlah hutan yang terjadi selama 2007-2010 saat ini adalah seluas 10.000 Ha.
Tentang Hutan Jawa
Berkurangnya kuantitas dan kualitas hutan menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan satwa langka yang ada di Pulau Jawa. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh departemen kehutanan diketahui bahwa penyumbang terbesar terjadinya deforestasi untuk wilayah Pulau Jawa adalah Jawa Timur, yaitu sebesar 438,1 ha/tahun dengan pembagian yaitu terjadi pada hutan primer 25,1 ha/tahun atau 5,7%, pada hutan sekunder 43,6 ha/tahun atau 9,9% dan pada hutan lainnya 369,5 ha/tahun; 84,3%.
Menyusutnya hutan itu bukan hanya mengancam keselamatan masyarakat, namun juga satwa endemik yang menghuni hutan di Jawa. Ancaman bagi masyarakat adalah berupa bencana banjir dan longsor. Sementara itu satwa endemik Jawa yang terancam punah akibat rusaknya hutan di Jawa antara lain lutung jawa (Trachypithecus auratus), owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comate), macan tutul (Panthera pardus), elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan merak (Pavo muticus). Satwa langka ini terancam punah bukan hanya karena hutan yang menjadinya habitat semakin berkurang, namun juga perburuan untuk diperdagangkan.

Kamis, 05 September 2013

PLH SMA GRESIK KELAS X

 BAB I

Manusia dan Lingkungan

Kegiatan kita di atas bumi ini sangat bergantung pada lingkungan. Mengapa? Hal itu karena segala sesuatu yang kita butuhkan untuk dapat mempertahankan hidup berasal dari lingkungan. Namun, sangat disayangkan apabila kita menyaksikan kenyataan saat ini. Tuntutan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup sering kali membuat kita lupa. Segala hal yang terdapat di alam kita kuras habis, tanpa memikirkan akibatnya bagi diri kita dan makhluk hidup lainnya. Berhadapan dengan kenyataan ini, kita diharapkan untuk tidak berdiam diri. Kita memiliki tugas untuk menciptakan kembali kelestarian lingkungan melalui sikap maupun cara hidup kita yang mencintai lingkungan. Dalam bab ini, kamu dapat mempelajari tentang hubungan antara manusia dan lingkungan, proses interaksi, perubahan ekosistem, pembangunan berkelanjutan, serta kearifan budaya peduli lingkungan.

A. Hubungan antara Manusia dan Lingkungan
Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya memiliki kemampuan berpikir secara rasional dan mengubah kebiasaan yang semula hanya memanfaatkan kekayaan alam menjadi budaya pemeliharaan atau pembudidayaan kekayaan alam. Kemampuan berpikir manusia yang kreatif dan inovatif mampu menghasilkan dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri. Berbagai macam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi salah satu faktor penyebab pertambahan jumlah penduduk dunia yang sangat pesat.
Dari tahun ke tahun, pertambahan jumlah penduduk dunia yang cepat dan dalam waktu yang singkat Qtopulation explotion) memunculkan berbagai macam masalah seperti masalah ekonomi, sosial, politik, dan masalah lingkungan hidup.
Jika berbicara tentang lingkungan hidup, kita tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia yang ditinjau dari hubungan antara manusia itu sendiri dan lingkungan alam tempat hidupnya. Dengan demikian, kita perlu memahami apakah pengertian lingkungan dan lingkungan hidup itu?
Lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian :

Lingkungan biotik : lingkungan di luar suatu makhluk hidupyangterdiri,atas makhluk hidup           lain. Contoh: mikroorganisme,tumbuhan, hewan, dan manusla.
Lingkungan abiotik : lingkungan di luar suatu makhluk hidup yang terdiri atas benda atau faktor alam yang tidak hidup. Contoh: bahan kimia suhu, cahaya

Di dalam undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 pasal 1 Ayat I dijelaskan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan serta makhluk hidup lairrnya.
Link Manusia dan lingkungan mempunyai hubungan yang erat dan saling memengaruhi. Lingkungan alam
menyediakan berbagai sumber daya yang dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Sementara itu, lingkungan alam membutuhkan manusia untuk memanfaatkan dan menj aga kelestariannya.
Lingkungan hidup dengan berbagai macam potensinya memiliki arti yang penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Lingkungan hidup dapat dimanfaatkan sebagai:
1. penghasil bahan pangan bagi makhluk hidup;
2. tempat tinggal makhluk hidup;
3. sumber bahan tambang dan mineral;
4. wahana kegiatan sosial budaya, ekonomi, politik, dan pertahanan keamanan; 5. penghasil bahan baku untuk industri;
6. prasarana transportasi darat, laut, serta udara.
Sebagai suatu sistem, lingkungan hidup dapat mencapai keseimbangan. Keseimbangan lingkungan adalah keseimbangan fungsi lingkungan akibat seimbangnya energi yang masuk dan energi yang keluar dari lingkungan. Lingkungan, yung seimbang memiliki daya dukung dan daya lenting lingkungan yang tinggi. liaya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh organisme di dalamny a agar dapat hidup secara alami.
Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk kembali ke dalam kondisi keseimbangan apabila terjadi suatu gangguan terhadap lingkungan tersebut. Sering kali karena pertambahan populasi dan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak terbatas, manusia mengeksploitasi sumber daya alamsecara terusmenerus tanpa diimbangi dengan usaha pemulihannya. Akibatnya, terjadi gangguan keseimbangan lingkungan, sumber daya alam akan cepat habis, lingkungarralam menjadi rusak, bahkan menimbulkan berbagai bencana alam.
Semua itu berpengaruh terhadap daya lenting dan daya dukung lingkungan. Karena kerusakan alam, daya dukung lingkungan makin kecil. Artinya, lingkungan tidak mampu lagi menyediakan kebutuhan hidup organisme yang ada di dalamnya. Demikian pula dengan daya lenting lingkungan. Artinya, waktu yang diperlukan lingkungan untuk pulih dari kerusakan juga makin lama.  

1. Faktor Penyebab Kerusakan  lingkungan
Lingkungan hidup dapat mengalami kerusakan karena faktor alam, kecerobohan manusia, atau gabungan kedua faktor tersebut. Kerusakan lingkungan dapat menimbulkan perubahan, baik secara langsung maupun tidak langsung, pada sifatsifat fisik dan hayati lingkungan sehingga lingkungan kurang atau tidak berfungsi lagi.

a. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Alam
Sumber daya alam dapat rusak karena karena beniana alam, seperti:
1) gunung meletus;
2) gempa bumi:
3) tanah longsor;
4) banjir:
5) kemarau panjang;
6) angin topan

b. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia
Kerusakan lingkungan hidup mengancam kelestarian hayati, sebagian besar disebabkan oleh kecerobohan manusia yang terjadi karena faktor kemiskinan, keterbelakangan, keserakahan, dan penerapan teknologi yang tidak tepat.
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh faktor
manusia, antara lain:
1) pencemaran;
2) lahan kritis;
3) banjir di perkotaan;
4) degradasi lahan.
  
2. Etika Lingkungan
Aktivitas manusia memengaruhi kondisi serta kualitas lingkungan. Untuk menjaga agar kondisi lingkungan tidak makin rusak, manusia harus mengubah pola pemanfaatan alam yang cenderung merusak. Diperlukan cara pandang baru terhadap pengelolaan lingkungan yang disertai usaha untuk mengatasi masalah lingkungan yang telah terjadi. Kesadaran tentang pengelolaan lingkungan memerlukan pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip ekologi serta etika lingkungan. Etika lingkungan berkaitan dengan sikap serta tingkah laku yang bersifat objeltifterhadap kelestarian lingkungan.
Berikut ini beberapa prinsip untuk menerapkan etika lingkungan.
a. Manusia bukan sumber dari semua nilai, tetapi manusia adalah bagian dari lingkungan.
b. Lingkungan diperuntukkan bagi semua makhluk hidup.
c. Sumber daya alam perlu dipelihara dan pemakaiannya harus mempertimbangkan ketersediaannya di alam.
d. Aktivitas manusia berpengaruh terhadap alam sehingga hubungan manusia dan alam harus saling menguntungkan.

3. Usaha Pelestarian LingkunganUpaya pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara preventif dan kuratif.
a. Usaha preventif
Usaha preventif adalah usaha pencegahan yang dilakukan sebblum permasalahan timbul, misalnya dengan membuat undang-undang atau surat keputusan menteri. contonya, Undang-unda'ng Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/IVSM/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri, dan PP Nomor 29 Tahun 1986 tentang AMDAL (Analisis Mengenai Dainpak Lingkungan).
b. Usaha kuratif
Usaha kuratif adalah usaha yang dilakukan setelah permasalahan timbul, . misalnya dengan melaksanakan reboisasi, penghijauan, dan rehabilitasi hutan.

AGAR KAMU TAHU
ilIanusia dan Lingkungan
ru Pengaruh manusia terhadap lingkungan dapat mengakibatkan
@ kemungkinan, yaitu deteriorasi, tetap lestari, dan perbaikan. . Deteriorasi (Proses Perusakan)
Kerusakan lingkungan akan terjadi apabila manusia dalam mengusahakan
sum,ber daya alam hanya berdasarkan kepada prinsip jangka pendek, yaitu
menghasilkanproduk sebanyakmungkin dalamwaktu singkat dengan modal
sedikit mungkin. Usaha semacam itu mendatangkan kemakmuran pada
generasinya, tetapi menimbulkan kerugian pada generasi penerusnya.
tiga bentuk

LATIHAN SOAL INFORMATIKA DAN TIK KELAS 11

 LATIHAN SOAL INFOLMATIKA KELAS 11 1.      Randi sedang menyusun Karya Ilmiah Remaja (KIR) untuk syarat kelulusan SMA. Saat mengatur bab pen...